‘saya akan menang’ VS ‘saya gak akan kalah’

Apa beda “saya akan menang” dan “saya gak akan kalah” ? Secara semantik, keduanya memiliki arti yang sama: menjadi nomor 1. Namun, secara psikologis, kedua kalimat ini mungkin memiliki dampak yang berbeda.

Setiap orang memiliki cara dan motivasi berbeda dalam menggapai tujuan hidupnya – dan saat apa yang kita lakukan sejalan dengan value hidup kita, semakin utuhlah kita mencurahkan waktu dan energi untuk melakukan hal tersebut. Dampak positifnya, chance kita untuk sukses menjadi semakin besar.

Secara umum, ada 2 karakteristik mendasar yang mempengaruhi cara kita berkerja dan mencapai tujan hidup kita:

“saya akan menang”

Kalimat ini biasanya diucapkan oleh orang-orang yang  melakukan sesuatu untuk mendapatkan rewards. Tipe seperti ini biasanya cenderung untuk lebih kreatif, agresive,  dan ambisius demi mencapai apa yang mereka inginkan.

Secara ilmiah, tipe ini digolongkan sebagai orang memiliki promotional focus.

“saya gak akan kalah”

Sebaliknya, kalimat ini biasanya diucapkan oleh orang-orang yang tidak ingin untuk gagal. Alasan utama tipe ini melakukan sesuatu adalah agar tidak mendapatkan ‘hukuman’. Tipe ini biasanya cenderung lebih hati-hati dan pragmatic dalam tindakannya karena mereka menginginkan adanya rasa aman dan tidak suka dengan hasil yang negatif.

Secara ilmiah, tipe ini disebut juga prevention focus.

Satu hal yang perlu diketahui,  kedua tipe ini memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing. Tidak ada yang superior dibandingkan yang lainnya. Yang terpenting adalah, kita harus tahu siapakah diri kita, lalu menggunakan kedua kalimat berbeda untuk memotivasi diri sendiri untuk mencapai sukses.

Bagi saya pribadi, saya sadar bahwa karakter prevention sedikit lebih dominan dalam diri saya. Ini mudah saya terlihat: mengingat karakter saya yang cukup competitive, saya sadar bahwa saya benci kalah (dan tidak berarti saya cinta menang). Jadi, motivasi saya untuk ‘menang’ adalah agar saya ‘tidak kalah’.

Menyadari hal ini, apa aplikasi terpenting bagi saya? Di saat saya ingin mencapai sesuatu, saya berusaha menggunakan framing berbeda dalam pikiran saya untuk memotivasi diri sendiri. Misalnya, ‘saya gak mau meninggal muda, jadi saya harus makan dengan sehat’ atau ‘saya gak mau jadi yang terakhir, jadi saya harus menjadi lebih baik’.

Hal-hal seperti ini terlihat sangat sederhana, namun  semakin kita paham tentang diri kita sendiri, semakin mudah kita memotivasi diri sendiri. Jadi, mari luangkan waktu sejenak untuk semakin kenal, apa sih yang membuat kita terpicu untuk menjadi sang pemenang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s