Dibalik Cintaku Pada Makanan Manis

Kenapa kita (yes – kita: anda, saya, tua, muda, dan semuanya) terobsesi dengan makanan manis dan berkalori tinggi?

Sebelum saya jabarkan alasannya, mari kita samakan persepsi dulu tentang makna ‘terobsesi’ dalam konteks ini.¬†Terobesesi disini artinya tubuh kita secara otomatis menyukai makanan manis atau berkalori tinggi. Terobsesi disini tidak berarti kita selalu mengkonsumsi makanan manis dan berkalori tinggi.

evolusi test

Sesuai teori evolusi, hal ini berkaitan erat dengan bagaimana leluhur kita hidup dan berjuang untuk memperoleh makanan jenis ini di masa lampau. Dahulu kala, di saat nenek moyang kita masih hidup berpindah-pindah di alam terbuka, buah-buahan yang manis (dan berkalori tinggi) tidak mudah ditemukan dan disukai oleh semua pemangsa yang ada. Jadi, di saat salah satu dari mereka menemukan makanan ini, mereka akan berusaha untuk melahap sebanyak-banyaknya, secepat-cepatnya, sebelum pemangsa-pemangsa lainnya datang. Inilah mengapa, walaupun saat ini kita hidup di kota modern yang dilengkapi dengan kenyamanan dalam mendapatkan semua makanan tersebut, tubuh ini masih ingat jelas perjuangan nenek moyang kita. Dengan kata lain, walaupun memori ini tidak hadir dalam otak kita, tubuh kita secara otomatis memiliki tingkat candu tersendiri terhadap makanan ‘langka’ ini.

Percaya atau tidak? well.. semuanya terserah Anda. Saya percaya bahwa ini hanyalah satu teori berdasarkan evolusi. Tentunya cabang-cabang pengetahuan lainnya akan menjabarkan alasan berbeda mengenai hal ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s