Pindah Karir

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan kawan lama yang kerap mengeluhkan betapa ia ingin memiliki karir sebagai product manager dan bukan sebagai software developer seperti yang saat ini ia jalani. Sebelumnya, seorang kawan lainnya berusaha keras memulai karir sebagai user researcher, di mana saat ini ia berprofesi sebagai stylist.

Diskusi-diskusi ini membuat saya berpikir, bagaimana cara terbaik bagi orang-orang yang ingin ‘melompat’ ke jalur profesi lainnya setelah bertahun-tahun menekuni satu keahlian tertentu. Pindah jalur profesi saat baru keluar dari bangku kuliah jelas lebih mudah ketimbang seseorang yang sudah menekuni keahlian tertentu selama 10 tahun. Namun, boleh kan kita memiliki ambisi untuk menekuni dunia lainnya? Apalagi jika profesi baru tersebut memiliki masa depan yang lebih baik.

Menurut saya, tentu boleh saja, namun jangan mengharapkan jalan yang mulus, terutama jika kita menetap di negara-negara maju. Bila di Indonesia merupakan hal yang wajar untuk melihat lulusan teknik elektro bekerja di bank, di Belanda, misalnya, hal ini sangat jarang terjadi. Jangankan untuk seseorang yang sudah professional, untuk anak-anak baru lulus saja bukan merupakan hal yang mudah dilakukan.

Untungnya, walaupun jalannya berliku, bukanlah hal yang mustahil untuk berpindah ke jalur yang baru. Toh, pada akhirnya, BMW di hutan akan tetap menjadi BMW di padang gurun, benar tidak? Hanya saja, sepertinya ada beberapa hal yang harus dikesampingkan dan dikorbankan.

Ego merupakan salah satu hal penting yang harus dikesampingkan. Yes, anda adalah seorang software developer selama 10 tahun terakhir. Anda paham semua seluk beluk dunia tersebut tapi perlu disadari bahwa anda mungkin adalah seorang pemula di bidang lainnya. Lupakan ego, mulai dari bawah jika memang diperlukan.

Orang tidak mau tau apa yang anda lakukan di waktu lampau, yang mereka butuhkan adalah bukti di masa sekarang. Buktikan bahwa anda bisa untuk ‘menyebrang’ di bidang yang baru. Jika Anda seorang UX researcher yang ingin menjadi data analis, mulailah untuk terlibat dalam projek-projek yang dapat menonjolkan kemampuan anda sebagai seorang analis. Ini mungkin membutuhkan waktu sebelum akhirnya seseorang akan mulai menyadari keahlian anda, namun kalau kata orang mah, the effort is worth a try. Jika memang diperlukan, jangan ragu untuk menawarkan diri dan menjual kemampuan ini kepada manager anda yang mungkin dapat membantu untuk mengapresiasikan apa yang anda inginkan di kemudian hari.

Gaji lebih rendah. Ini mungkin merupakan salah satu yang paling sulit untuk dikorbankan. Serupa dengan ego, hal ini berkaitan dengan fakta bahwa anda mungkin merupakan pemula di bidang yang baru. Jika memang merupakan hal yang benar-benar diinginkan dan memiliki prospek yang lebih baik di kedepannya, mungkin tidak mengapa untuk mundur satu langkah demi kesempatan untuk melompat dua langkah.

Menurut saya pribadi, tidak ada hal yang mustahil. Jika keinginan ini benar-benar datang dari hati, percaya deh, usaha dan persistensi akan membuahkan hasil. Mungkin butuh waktu dan pengorbanan, tapi hey, life is a journey, right?! We just need to set the destination and find a way to be there.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s