Planning + Discipline = Habit

Beberapa minggu belakangan, saya berhasil untuk menjalani hidup (lebih) sehat dengan mengkonsumsi makanan dengan jumlah yang secukupnya untuk durasi waktu yang cukup lama.

Kalau ingat post saya beberapa waktu lalu mengenai binge eating yang kadang menghampiri saya, senang rasanya bahwa selama tiga minggu terakhir, hanya 1 kali sesi makan tanpa henti datang – dan di hari-hari lainnya, saya berhasil untuk makan dengan sehat dan mendengarkan tubuh saya.

Apa yang berubah hingga saya dapat menjalani hal ini?

Nomor satu, pastinya niat dan kesadaran bahwa saya menjalani pola makan yang tidak sehat, secara mental dan fisik. Setelah itu, lahirlah keinginan untuk memiliki pola makan yang lebih baik agar tidak sakit-sakitan di masa tua.

Demi mencoba menghindari sesi-sesi yang sering datang, saya menerapkan ‘terapi’ disiplin dalam menjalankan hari-hari saya. Idenya adalah menggabungkan perencanaan dan tracking secara disiplin hingga akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.

Jadi, saya mulai merencanakan apa yang saya makan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Perencanaan ini termasuk jadwal makan di luar dan jadwal nyemil makanan yang disuka. Trik saya, berhubung saya paham betul betapa rendahnya keteguhan hati saya terhadap makanan, plan saya selalu di bawah apa yang seharusnya, sebagai buffer kegagalan yang masih dapat ditoleransi.

Sejak dua tahun lalu, saya sudah menggunakan myfitnespal untuk mencatat makanan yang saya konsumsi, jadi tracking bukanlah hal yang sulit. Hal kecil yang saya lakukan sebagai tambahan, hanya mencatat hasil sesungguhnya bersebelahan dengan plan yang sudah dibuat.

Setelah itu, paling penting adalah analisa. Analisa dimana saya gagal menaati rencana yang sudah saya buat. Apakah karena rasa bosan? Apakah karena diajak makan keluar? Apakah karena tiba-tiba makanan kantin luar biasa menggoda? Dari analisa ini, saya bisa melihat apakah saya benar-benar mengalami periode binge, ataukah hanya karena overeating karena niat yang lemah untuk makan dengan sehat (misal, karena ada kentang goreng gratisan di acara kantor).

Alhasil, thanks to my OCD level! Saya benci melihat perbedaan yang banyak antara rencana dan kenyataan, sehingga yang saya cenderung untuk taat. Tentunya, ada saat-saat di mana saya kebablasan tapi momen ini tidak sesering di masa lampau.

Hal yang paling menyenangkan dari sistem ini adalah kenyataan di mana semuanya mulai menjadi kebiasaan. Saya masih mencoba membangun kebiasaan ini jangka waktu yang lebih lama, dan masih terus berusaha untuk menang. Tidak mudah memang, but the good news is : once it becomes habit, it becomes way easier.

 

 

Photo credit : hopehousepress.co.uk

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s